Tragis! Bus ‘Tayo’ rombongan halalbihalal terguling di Mojokerto, 1 orang tewas dan beberapa penumpang mengalami luka-luka.
Kecelakaan tragis terjadi di Mojokerto ketika bus ‘Tayo’ yang mengangkut rombongan halalbihalal terguling. Satu orang meninggal dunia, sementara penumpang lain mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Insiden ini memicu keprihatinan publik sekaligus menjadi peringatan akan keselamatan perjalanan rombongan. Kronologi, penyebab, dan langkah evakuasi korban akan dibahas secara lengkap di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Tragedi Bus ‘Tayo’ Rombongan Halalbihalal Di Mojokerto
Kecelakaan tragis terjadi pada Sabtu (28/3/2026) di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, melibatkan bus ‘Tayo’ yang dimodifikasi menjadi kereta kelinci. Kendaraan itu mengangkut rombongan buruh pabrik tatakan telur dan keluarga mereka menuju acara halalbihalal.
Bus yang seharusnya membawa rombongan dengan aman justru mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi tanjakan. Insiden tersebut mengejutkan warga sekitar, dan evakuasi korban berlangsung cepat oleh aparat setempat.
Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Prof. dr. Soekandar dan Puskesmas Gondang, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kronologi Detik‑Detik Kecelakaan
Peristiwa bermula saat bus ‘Tayo’ melaju di jalan menanjak sekitar pukul 09.00 WIB. Bus tersebut diisi 21 penumpang, terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yang antusias mengikuti rombongan halalbihalal.
Namun nahas, saat mendaki tanjakan, kendaraan kehilangan kendali. Bus sempat mundur dan menghantam tiang listrik sebelum terguling ke sisi jalan, menimbulkan kepanikan penumpang dan warga sekitar.
Saksi mata menyebut bus tampak mundur cepat sebelum terguling, menunjukkan faktor beban berat dan kendaraan modifikasi sebagai penyebab utama kecelakaan. Banyak penumpang yang terlempar dari dalam kendaraan saat terguling.
Baca Juga: Tragedi Berapi! Dua Motor Adu Banteng, Pengendara Terbakar Di Tengah Kota Medan
Korban Tewas Dan Luka-Luka
Korban meninggal dalam tragedi ini adalah Sulimah (47), warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto. Ia mengalami cedera kepala serius dan tidak tertolong saat evakuasi.
Jumlah korban luka mencapai sekitar 20 orang, dengan berbagai tingkat cedera. Mereka mendapatkan perawatan di rumah sakit, termasuk cedera ringan hingga sedang. Keluarga korban datang ke fasilitas kesehatan untuk mendampingi dan memberi dukungan moral.
Beberapa penumpang yang luka ringan telah dipulangkan, sementara yang luka serius masih menjalani observasi intensif. Proses penanganan korban menjadi prioritas aparat dan tenaga medis.
Penyebab Kecelakaan Dan Faktor Kendaraan
Polisi menyatakan salah satu faktor utama kecelakaan adalah bobot muatan berlebih yang melebihi kapasitas bus modifikasi. Bus ‘Tayo’ yang diubah menjadi kereta kelinci tidak sesuai standar untuk menanjak dengan beban penuh.
Selain itu, kendaraan modifikasi ini tidak memiliki spektek teknis resmi untuk membawa banyak penumpang dalam kondisi jalan menanjak. Modifikasi membuat kendaraan kurang stabil, terutama saat menikung atau menghadapi tanjakan curam.
Kendaraan semacam ini lebih sesuai untuk perjalanan jarak pendek atau atraksi wisata, bukan untuk membawa rombongan besar di jalan umum dengan kondisi berat. Polisi menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan teknis sebelum kendaraan digunakan.
Tanggapan Kepolisian Dan Imbauan Keselamatan
Satlantas Polres Mojokerto menegaskan akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan. Polisi juga melakukan evaluasi terhadap izin penggunaan kendaraan modifikasi di jalan umum untuk mencegah kejadian serupa.
Kanit Gakkum Satlantas, Ipda Beni Hermawan, mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih transportasi, terutama untuk rombongan besar atau kendaraan modifikasi. Pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan sangat dianjurkan.
Selain itu, polisi menekankan agar operator kendaraan dan pengemudi memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, menghindari kelebihan muatan, dan mematuhi aturan keselamatan demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com