Sukabumi kembali dilanda bencana longsor yang merusak rumah warga dan menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Sehingga membuat tanah di lereng perbukitan menjadi labil dan akhirnya ambruk menimpa permukiman yang berada di bawahnya, sementara warga sekitar berupaya melakukan pertolongan darurat sebelum tim gabungan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut terhadap para korban serta material longsoran yang masih menumpuk di area kejadian. Simak selengkapnya hanya di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Hujan Deras Picu Longsor Di Permukiman Warga
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (16/4/2026) sore, memicu terjadinya longsor besar dari tebing di belakang permukiman warga. Material tanah setinggi sekitar delapan meter tiba-tiba ambruk dan langsung menghantam dua rumah warga di Kampung Griya Sukamaju, Desa Sukamaju. Peristiwa itu terjadi sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan diri.
Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir diduga memperparah situasi tanah di area perbukitan tersebut. Air hujan yang terus meresap ke dalam tanah membuat struktur tebing menjadi labil dan akhirnya runtuh. Dalam hitungan detik, tanah bercampur batu dan lumpur menimbun bangunan rumah yang berada tepat di bawahnya.
Warga sekitar yang mendengar suara gemuruh langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kepanikan sempat terjadi karena beberapa rumah berada sangat dekat dengan titik longsor. Sebagian warga kemudian berusaha mencari korban yang diduga masih berada di dalam rumah yang tertimbun material tanah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Proses Evakuasi Dan Penemuan Korban
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi begitu menerima laporan kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Alat berat juga disiapkan untuk mempercepat pencarian korban yang tertimbun.
Salah satu korban, seorang perempuan bernama Apni Novianti (29), ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya. Proses pencarian berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya korban berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor. Keberadaan korban diketahui setelah petugas melakukan penyisiran di area rumah yang terdampak paling parah.
Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa timnya telah melakukan langkah cepat untuk penanganan darurat di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, satu keluarga lainnya juga harus mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimbun tanah.
Baca Juga:Â Viral! Kisah Jeki: Hilang Kaki Bukan Akhir, Justru Jadi Awal Kesuksesan Baru
Analisis Penyebab Dan Kondisi Wilayah Rawan
Berdasarkan hasil pemantauan awal, longsor ini dipicu oleh hujan deras yang turun dalam waktu cukup lama. Struktur tanah di tebing belakang rumah warga yang curam dengan ketinggian sekitar delapan meter tidak mampu menahan beban air yang meresap. Kondisi ini membuat tanah kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh ke bawah.
Wilayah Sukabumi memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tanah longsor yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan atau masa peralihan cuaca. Banyak permukiman warga yang berada di dekat tebing atau lereng perbukitan, sehingga sangat rentan terhadap pergerakan tanah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Selain di Sukalarang, pada hari yang sama juga tercatat beberapa kejadian bencana lain di wilayah Kabupaten Sukabumi. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Perubahan iklim yang menyebabkan pola hujan tidak menentu turut memperbesar risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di daerah tersebut.
Imbauan Dan Upaya Pencegahan ke Depan
Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, khususnya yang berada di dekat tebing atau lereng curam, untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun. Warga diminta segera mengungsi sementara jika kondisi dianggap berbahaya demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan mitigasi lanjutan di lokasi kejadian, termasuk kajian terhadap struktur tanah dan kemungkinan relokasi bagi warga yang tinggal di zona sangat rawan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Peristiwa longsor di Sukabumi ini menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang rentan. Kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal longsor serta kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak korban jiwa dan kerugian materi di masa depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari TirtoID
- Gambar Kedua dari nusantara.media