Gempa 7,6 SR mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, warga panik berhamburan, gedung bergoyang, evakuasi massal berlangsung.
Gempa dahsyat 7,6 SR melanda Sulawesi Utara dan Maluku Utara, memicu kepanikan warga. Gedung dan infrastruktur bergoyang, ribuan orang bergegas menyelamatkan diri. Tim evakuasi dan BPBD sigap turun tangan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan mengantisipasi kerusakan lebih luas. Simak fakta lengkap gempa 7,6 SR yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini hanya di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Gempa Dahsyat 7,6 SR Guncang Sulut & Malut
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi. Getaran terasa kuat hingga ke kota-kota besar di kedua provinsi tersebut, memicu kepanikan warga yang bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari ancaman gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, dengan kedalaman sekitar 62 kilometer di bawah laut. Guncangan berlangsung selama beberapa detik dan dirasakan sangat kuat di Bitung, Manado, dan Ternate.
Kekuatan gempa membuat warga keluar rumah dalam kondisi panik, banyak yang berlari ke tempat terbuka demi menghindari risiko runtuhan bangunan. Guncangan menyebabkan sejumlah perabot rumah bergoyang dan tiang listrik ikut bergerak, memicu kepanikan yang meluas di berbagai wilayah terdampak.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami bagi masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah gempa terjadi. Warga di daerah pantai diminta menjauhi garis pantai dan menuju daerah lebih tinggi sebagai langkah antisipatif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dampak Gempa Terhadap Warga Dan Bangunan
Warga di kota seperti Manado menceritakan pengalaman mereka saat gempa menghantam pagi itu, mengguncang jalanan dan membuat pusing kepala akibat getaran yang sangat kuat. Banyak yang memilih segera keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Di beberapa lokasi, seperti pasar dan jalan utama, warga terlihat berhamburan keluar dari bangunan saat guncangan terjadi, khawatir akan kemungkinan keruntuhan struktur. Suara gemuruh dari dalam tanah juga sempat terdengar beberapa saat.
Meski belum ada laporan lengkap tentang jumlah kerusakan bangunan, sejumlah laporan sementara menyebutkan beberapa rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan ringan hingga sedang di wilayah terdampak.
Satu korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Manado, sementara beberapa lainnya mengalami cedera. Petugas SAR terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan keselamatan warga.
Baca Juga:Â Situasi Belum Aman! Status Darurat OKU Selatan Diperpanjang Sampai Tanggal Ini
Tsunami Dan Respons Peringatan Dini
Imbas kekuatan gempa ini memicu potensi tsunami di kawasan pesisir, sehingga BMKG menetapkan status siaga tsunami sementara. Masyarakat di daerah pesisir diminta menjauhi pantai sampai peringatan dicabut. Gelombang laut kecil, dengan ketinggian kurang dari satu meter, terdeteksi di beberapa titik pantai setelah gempa terjadi. Ini menunjukkan adanya reaksi laut terhadap guncangan bawah laut yang hebat.
Namun BMKG kemudian menyatakan bahwa kondisi laut telah dinyatakan aman dan peringatan dini tsunami resmi dicabut setelah pemantauan menunjukkan tidak adanya kenaikan air laut signifikan yang membahayakan. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi setelah kejadian utama, serta mengikuti arahan BPBD dan otoritas setempat untuk keselamatan masa depan.
Kesaksian Langsung Warga Setempat
Isvara, seorang warga Manado, menggambarkan betapa kerasnya getaran gempa tersebut hingga membuat jalanan bergoyang dan perabotan rumah berjalan miring. Peristiwa ini dia sebut sebagai gempa terkuat yang ia rasakan selama bertahun-tahun tinggal di kota tersebut.
Warga lainnya yang berada di pasar saat gempa terjadi menyatakan bahwa orang-orang langsung berlari keluar, dengan beberapa toko yang bahkan mati lampu akibat getaran kuat. Kewaspadaan segera meningkat di kalangan masyarakat.
Orangtua menjemput anak-anak di sekolah pesisir setelah gempa, sementara guru melakukan evakuasi cepat untuk mengurangi risiko. Warga pesisir di Bitung dan Ternate mengungsi ke dataran lebih tinggi untuk menghindari potensi ancaman pascagempa.
Tindakan Mitigasi Dan Evaluasi Keamanan
BPBD dan instansi pemerintah telah turun ke lapangan untuk mengevaluasi dampak gempa serta membantu warga yang terdampak, termasuk memberikan informasi keselamatan dan arahan evakuasi yang tepat. Pihak berwenang terus memonitor aktivitas gempa susulan yang masih berpotensi terjadi pascagempa utama, serta memperbarui status kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa.
Evaluasi bangunan dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum warga kembali, mencegah risiko dari struktur yang melemah akibat gempa. BMKG menekankan pentingnya sistem peringatan dini cepat dan efisien untuk meningkatkan respons masyarakat terhadap gempa dan potensi tsunami.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.bbc.com
- Gambar Kedua dari www.bbc.com