Kabupaten Bandung kembali dilanda bencana setelah hujan deras berkepanjangan memicu banjir besar dan longsor di sejumlah wilayah.
Kondisi ini terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari berturut-turut, menyebabkan sungai-sungai meluap dan tanah di sejumlah titik menjadi labil. Akibatnya, permukiman warga, akses jalan, hingga fasilitas umum terdampak cukup parah, sementara sejumlah wilayah lainnya masih dalam kondisi siaga menghadapi kemungkinan hujan susulan yang dapat memperburuk situasi. Simak selengkapnya hanya di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Kabupaten Bandung Dikepung Bencana
Kabupaten Bandung kembali menghadapi situasi darurat setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung sejak 10 hingga 12 April 2026 itu memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, longsor, hingga kerusakan rumah akibat angin kencang di sejumlah titik. Situasi ini membuat aktivitas warga terganggu dan sejumlah kawasan terpaksa dalam kondisi siaga.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, hujan deras yang turun terus-menerus menyebabkan debit air di beberapa sungai utama meningkat secara signifikan. Tiga sungai besar, yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede, dilaporkan meluap dan menjadi penyebab utama banjir yang merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.
Kondisi tersebut berdampak luas, terutama di wilayah dataran rendah yang berada di sekitar aliran sungai. Air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman, jalan raya, hingga fasilitas umum. Selain banjir, beberapa wilayah juga melaporkan kejadian tanah longsor yang menghambat akses transportasi serta memperparah situasi di lapangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Baleendah Jadi Wilayah Terdampak Parah
Tiga kecamatan di Kabupaten Bandung tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling serius, yaitu Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Di ketiga wilayah ini, banjir merendam permukiman dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 130 sentimeter di titik tertentu.
Di Kecamatan Bojongsoang, banjir merendam beberapa desa seperti Kampung Cijagra di Desa Bojongsoang dan RW 20 di Desa Bojongsari. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, Kecamatan Dayeuhkolot menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah. Genangan air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter. Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, hingga Kelurahan Pasawahan terdampak cukup luas. Ribuan kepala keluarga harus menghadapi kondisi sulit, bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti masjid dan shelter desa.
Baca Juga: Tragedi Di Kabupaten! Hujan Deras Picu Banjir Dan Longsor, Warga Terjebak Panik
Ribuan Warga Terdampak Dan Sebagian Harus Mengungsi
Dampak banjir di Kabupaten Bandung tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memengaruhi kehidupan ribuan penduduk. Di Desa Dayeuhkolot saja, tercatat sekitar 4.800 kepala keluarga atau sekitar 14.400 jiwa terdampak banjir. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang telah disediakan oleh pemerintah desa. Berdasarkan data BPBD, terdapat puluhan warga yang sudah berada di lokasi pengungsian, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya berdampak pada materi, tetapi juga pada kondisi sosial masyarakat.
Di wilayah lain seperti Desa Citeureup, ratusan kepala keluarga terdampak banjir. Sebagian warga bahkan mengungsi ke tempat ibadah yang dijadikan lokasi darurat. Sementara itu, di Desa Cangkuang Wetan, banjir merendam ratusan rumah. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai lebih dari satu meter dan cukup mengkhawatirkan.
BPBD Lakukan Penanganan Dan Warga Diminta Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak banjir maupun longsor. Tim gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, mendistribusikan bantuan darurat, serta memastikan kondisi tetap terkendali di tengah situasi yang masih dinamis.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tanah yang sudah jenuh air meningkatkan risiko longsor, terutama di wilayah perbukitan. Sementara itu, daerah dataran rendah masih berpotensi mengalami genangan jika curah hujan kembali meningkat.
Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan segera mengungsi jika kondisi dianggap membahayakan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat penanganan bencana agar aktivitas warga dapat kembali normal secepat mungkin, meskipun ancaman cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com