Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Selasa malam memicu bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah.
Desa-desa di Kabupaten Bandung, khususnya Majakerta, Majalaya, dan Tanggulun, terdampak parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam. Genangan air dari sungai yang meluap menutupi jalanan utama hingga setinggi 70 sentimeter, sehingga kendaraan tidak bisa melintas dan aktivitas warga terhenti total. Simak selengkapnya hanya di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Hujan Deras Picu Banjir Di Kabupaten Bandung
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung pada Selasa malam (7/4/2026) menimbulkan banjir dan tanah longsor di berbagai daerah. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat beberapa sungai meluap, salah satunya Sungai Citarum, yang berdampak langsung pada desa-desa di Kecamatan Majalaya. Di Desa Majakerta, misalnya, genangan air mencapai 40 hingga 70 sentimeter, menutupi sebagian Jalan Raya dan menghambat aktivitas warga.
Banjir juga melanda wilayah RW 1 dan RW 2 di Kecamatan Majalaya. Akses jalan sempat terputus, sehingga mobilitas warga terhenti. Namun, berkat penanganan cepat petugas BPBD Kabupaten Bandung, air mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Meski banjir surut, sisa lumpur yang terbawa banjir menimbulkan pekerjaan tambahan berupa pembersihan area terdampak.
Selain itu, banjir juga menggenangi permukiman dan jalan raya di Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun. Ratusan kepala keluarga terdampak, dengan wilayah RW 4, RW 5, dan RW 7 yang terdampak paling parah. Petugas BPBD dibantu aparat setempat langsung melakukan pembersihan lumpur agar akses jalan dapat segera dibuka kembali dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Longsor Tutupi Jalan Dan Ancaman Rumah Warga
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa titik di Kabupaten Bandung. Salah satunya terjadi di Jalan Raya Pacet-Cibeureum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari. Tebing setinggi lima meter dan sepanjang 25 meter longsor, menutup jalur penting yang menghubungkan Ciparay dan Kertasari. Petugas gabungan dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) langsung melakukan evakuasi material longsor agar akses jalan dapat segera dibuka.
Di Kecamatan Pangalengan, longsor melanda beberapa desa, termasuk Kampung Patrol, Desa Rancagedog, dan Desa Tribaktimulya. Empat titik longsor di Kampung Patrol mengancam tiga rumah warga, membuat petugas terus memantau kondisi setempat. Sementara di Desa Rancagedog, longsor mengancam satu rumah, namun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Petugas terus melakukan pemantauan agar warga tetap aman dan tidak ada kerugian lebih lanjut.
Longsor di wilayah ini sering terjadi karena kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi topografi yang terjal. Masyarakat diimbau untuk waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman saat hujan deras mengguyur, terutama di daerah rawan longsor. Koordinasi antara aparat desa dan BPBD menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerugian manusia maupun harta benda.
Baca Juga:Â Fenomena Langka Di Klaten! Angin Kencang Bawa Hujan Es, Tiga Kecamatan Kena Dampak
Dampak Signifikan Di Kecamatan Pacet
Camat Pacet melaporkan bahwa longsor dengan dampak cukup signifikan terjadi di beberapa desa, termasuk Desa Pangauban, Desa Cikitu, Desa Girimulya, dan Desa Mandalahaji. Di Desa Mandalahaji, dampak terparah terjadi di Kampung Salakaso, di mana satu unit rumah roboh dan satu tembok jembatan mengalami kerusakan berat. Sebanyak dua KK dengan total sembilan jiwa terdampak dan harus mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman.
Selain itu, bantaran sungai di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, mengalami pergeseran tanah sepanjang 20 meter dengan ketinggian delapan meter. Longsor ini menyebabkan akses menuju rumah warga menjadi terbatas dan memerlukan penanganan segera. Petugas BPBD dan Damkar Unit Ciparay masih melakukan evakuasi material longsor serta pembersihan lumpur agar jalur transportasi cepat terbuka.
Penanganan darurat dilakukan secara cepat untuk meminimalkan risiko lanjutan. Evakuasi, pembersihan jalan, dan pendataan warga terdampak menjadi prioritas. Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dan memantau kondisi sungai serta lereng bukit di sekitar tempat tinggal mereka.
Upaya Penanganan Dan Pencegahan
BPBD Kabupaten Bandung bersama aparat desa, TNI, dan Polri bekerja sama dalam penanganan banjir dan longsor. Proses evakuasi warga terdampak, pembersihan jalan, dan distribusi bantuan logistik menjadi fokus utama. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar dampak bencana dapat diminimalkan.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti membersihkan saluran air, memperkuat tebing di area rawan longsor, dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga. Informasi terkait kondisi cuaca dan peringatan dini disebarluaskan melalui media lokal dan media sosial untuk meningkatkan kewaspadaan.
Bencana ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu siap menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta tetap tenang, mematuhi arahan petugas, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar dampak banjir dan longsor tidak semakin parah di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com