Bayangkan bangun di pagi hari dan merasakan guncangan dahsyat yang membuat rumah retak dan gedung ambruk hingga panik total warga.
Siapa sangka gempa besar yang mengguncang Manado meninggalkan dampak sedemikian parah. Wapres Gibran turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi bangunan yang ambruk, reruntuhan yang menimpa warga, dan situasi darurat yang belum banyak diketahui publik. Simak selengkapnya hanya di Laporan Musibah Terkini.
Gibran Turun Langsung Ke Manado
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (6/4) malam untuk meninjau dampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada 2 April 2026. Kedatangan Gibran disambut langsung oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kedatangan Gibran bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak gempa. Aksi ini diharapkan dapat membantu koordinasi penanganan bencana, sekaligus memberikan dorongan moral kepada warga yang tengah menghadapi trauma dan kerusakan parah.
Masyarakat Manado menyambut kehadiran Wakil Presiden dengan antusias. Banyak warga yang berharap agar kunjungan ini bisa mempercepat bantuan darurat dan pemulihan wilayah yang terdampak. Kehadiran pejabat tinggi di tengah bencana besar seperti ini menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap keselamatan warganya.
Selain itu, kunjungan Gibran juga menjadi momentum untuk meninjau efektivitas koordinasi pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi bencana alam. Dengan melihat kondisi di lapangan, keputusan terkait bantuan dan rekonstruksi bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Titik Gempa Dan Kerusakan Bangunan
Menurut data BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT, sekitar 129 km tenggara Bitung dengan kedalaman 33 km. Getaran gempa dirasakan di Manado dengan intensitas IV-V MMI, membuat warga merasakan guncangan signifikan dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan publik dan rumah warga.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Gibran adalah gedung KONI Sario Manado. Bagian barat gedung tersebut ambruk akibat guncangan gempa. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena gedung publik semestinya memiliki standar konstruksi yang mampu menahan bencana alam.
Selain gedung KONI, Gibran juga meninjau Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa. Plafon jatuh dan keretakan dinding menjadi bukti betapa dahsyatnya dampak gempa tersebut. Kunjungan ini sekaligus untuk memastikan prosedur evakuasi dan keselamatan warga berjalan dengan baik.
Tak hanya infrastruktur, Gibran juga mengunjungi Kota Bitung, wilayah yang dekat dengan titik gempa. Peninjauan ini penting untuk menilai kondisi bangunan, akses jalan, dan kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Setiap lokasi yang dikunjungi memberikan informasi langsung bagi pemerintah dalam menentukan prioritas bantuan.
Baca Juga:Â Fenomena Langka Di Klaten! Angin Kencang Bawa Hujan Es, Tiga Kecamatan Kena Dampak
Penanganan Korban Dan Dukungan Keluarga
Kunjungan Gibran juga melibatkan interaksi langsung dengan korban dan keluarga mereka. Salah satunya adalah keluarga Deitje Lahia, korban meninggal akibat reruntuhan gedung KONI Sario. Kesedihan keluarga menjadi pengingat nyata tentang risiko bencana alam dan pentingnya mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat.
Wapres menekankan pentingnya dukungan sosial dan psikologis bagi korban. Bantuan bukan hanya material, tetapi juga moral, agar warga dapat menghadapi trauma dan kembali beraktivitas normal. Kehadiran pejabat tinggi di tengah warga memberikan dorongan semangat dan rasa aman yang tinggi.
Selain korban meninggal, banyak warga yang rumahnya rusak parah. Pemerintah daerah dan pusat berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan logistik, tenda darurat, serta kebutuhan pangan bagi keluarga terdampak. Kecepatan respons menjadi kunci agar masyarakat tidak mengalami kesulitan berkepanjangan.
Kunjungan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah pusat mengambil langkah proaktif untuk meninjau langsung kondisi korban. Keputusan yang diambil di lapangan dapat meminimalkan kesalahan dalam distribusi bantuan dan memastikan program rekonstruksi berjalan tepat sasaran.
Koordinasi Pemerintah Dan Langkah Penanganan
Kedatangan Gibran ke Manado memperlihatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani bencana. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulut, Christian Iroth, menyebut kunjungan ini dilakukan dengan agenda yang ketat, mulai pagi hingga siang hari sebelum Wakil Presiden kembali ke Jakarta.
Selama kunjungan, Gibran mengevaluasi kesiapan tim penanggulangan bencana, termasuk prosedur evakuasi, distribusi bantuan, dan kesiapan rumah sakit dalam menangani korban. Observasi ini menjadi dasar untuk langkah strategis pemerintah dalam mitigasi bencana jangka pendek maupun panjang.
Selain itu, koordinasi dengan BNPB, BMKG, dan pihak keamanan setempat menjadi bagian penting dari kunjungan ini. Dengan melihat situasi di lapangan, setiap kebijakan yang diambil bisa lebih relevan dan cepat diimplementasikan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com