Magelang kembali dilanda bencana alam setelah banjir lahar hujan melanda Sungai Senewo, yang berhulu di Gunung Merapi.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyebut bahwa curah hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir lahar di hulu Sungai Senewo. Ia menambahkan bahwa tim tanggap darurat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Bagaimana kronologi lengkapnya dan apa penyebab di balik peristiwa ini? Simak laporan selengkapnya berikut ini di Laporan Musibah Terkini.
Banjir Lahar Senewo
Magelang kembali diguncang bencana alam setelah banjir lahar hujan melanda Sungai Senewo, yang berhulu di Gunung Merapi. Peristiwa ini menewaskan satu orang dan membuat empat lainnya dilaporkan hilang. Banjir lahar ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur lereng gunung dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu cukup lama.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama terjadinya banjir lahar di hulu Sungai Senewo. Ia menambahkan bahwa tim tanggap darurat segera diterjunkan untuk mengevakuasi korban, serta melakukan pencarian di daerah terdampak.
Kejadian ini menimbulkan kepanikan bagi warga sekitar. Selain korban jiwa, enam orang mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan medis. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan BPBD, serta menjauhi area rawan yang berpotensi terkena banjir lahar susulan.
Kronologi Bencana
Banjir lahar hujan terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Curah hujan tinggi membuat debit Sungai Senewo naik secara mendadak, sehingga merendam rumah, jalan, dan fasilitas umum di sekitarnya. Lumpur dan material vulkanik terbawa hingga ke pemukiman warga.
Satu korban meninggal telah teridentifikasi, sementara empat lainnya masih dalam pencarian tim SAR. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan terus menyisir lokasi terdampak untuk menemukan korban yang hilang. Setiap sudut sungai dan pemukiman dievaluasi agar pencarian lebih efektif.
Selain korban jiwa, banjir lahar ini juga menimbulkan kerusakan infrastruktur. Jalan raya, jembatan, dan fasilitas umum lainnya terdampak lumpur, mengganggu aktivitas warga. Bantuan logistik segera dikirim ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Baca Juga:Â Suasana Buka Puasa Berubah Horor! 3 Rumah di Ciamis Diterjang Longsor
Penanganan Darurat
Bupati Magelang menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah adalah tanggap darurat. Proses pencarian empat korban hilang dimulai pukul 08.00 WIB keesokan harinya, meski hujan masih berpotensi terjadi. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko korban tambahan.
Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan memanfaatkan peralatan evakuasi lengkap, termasuk perahu karet, alat pengukur debit sungai, dan peralatan medis. Koordinasi antar instansi dilakukan agar seluruh titik rawan dapat dijangkau dan proses pencarian berlangsung cepat.
Masyarakat diminta menjauhi lokasi terdampak. Warga yang memiliki informasi tentang korban atau objek yang terbawa banjir diminta segera melapor. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, dan pihak berwenang menekankan agar semua orang mengikuti arahan resmi selama tanggap darurat.
Imbauan Dan Kesiapsiagaan
Banjir lahar di Sungai Senewo menjadi pengingat bahwa wilayah lereng Merapi sangat rawan bencana. Warga sekitar sungai diimbau tetap waspada, terutama saat musim hujan. Antisipasi sejak dini dapat membantu meminimalkan risiko korban.
Kerugian materiil cukup signifikan. Selain rumah dan fasilitas umum, lahan pertanian juga tersapu lumpur dan material vulkanik. Hal ini mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga dibutuhkan bantuan logistik dan program pemulihan pascabencana agar kehidupan warga kembali normal.
Kejadian ini mendorong pemerintah daerah meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi evakuasi darurat, mitigasi bencana, serta latihan simulasi di tingkat desa harus digencarkan agar warga dapat bertindak cepat dan aman ketika banjir lahar susulan terjadi.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com