Panik melanda warga Tangerang! Banjir setinggi 5 meter rendam perumahan, ribuan jiwa terpaksa mengungsi, simak kronologinya di sini.
Banjir setinggi 5 meter melanda Periuk, Tangerang, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Suasana panik melanda, jalan tergenang air, dan evakuasi massal dilakukan. Petugas BPBD dan aparat setempat segera turun tangan membantu warga, membersihkan akses jalan, dan menyiapkan pos pengungsian. Banyak keluarga kini mencari perlindungan di lokasi aman. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan bagi fasilitas publik dan kesehatan warga. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Simak fakta lengkap, analisis, dan tanggapan saksi dalam ulasan berikut ini di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Banjir Dahsyat Terjang Periuk
Banjir melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Senin (9/3/2026), merendam permukiman warga. BPBD mencatat lebih dari 22 titik banjir di tiga kelurahan terdampak air. Titik paling parah berada di Perumahan Periuk Damai, yang mencapai ketinggian sekitar 5,5 meter.
Selain itu, daerah seperti Villa Mutiara Pluit dan Perumahan Total Persada Raya juga terendam hingga sekitar 3 meter. Genangan air menghambat akses jalan dan membuat banyak rumah terendam.
Wilayah lain seperti Perumahan Purati dan sebagian Villa Tangerang Indah mengalami genangan antara 20–55 cm. Kondisi ini menunjukkan luasnya dampak banjir yang bukan hanya terkonsentrasi di satu titik saja.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ribuan Jiwa Terdampak Dan Mengungsi
Data BPBD mencatat sekitar 13.718 jiwa terdampak banjir dari 4.481 kepala keluarga di Periuk dan sekitarnya. Kelompok warga yang terdampak mencakup lansia, dewasa, remaja, hingga balita. Sebanyak 6.842 jiwa telah dievakuasi ke lokasi aman, seperti balai warga, gedung posyandu, masjid, dan sarana olahraga. Evakuasi dilakukan untuk menyelamatkan warga dari risiko kesehatan dan keselamatan akibat air tinggi.
Beberapa titik pengungsian utama antara lain GOR dan SDN Total Persada Raya, Masjid Al‑Mujahidin, serta Masjid Al‑Jihad. Penyiapan lokasi ini menjadi upaya segera untuk memberikan tempat aman bagi para pengungsi.
Baca Juga: Darurat Banjir! 2 Tewas, Ratusan Rumah Rusak , Pemerintah Masih Bungkam!
Penyebab Dan Penanganan Banjir
Intensitas hujan tinggi sejak akhir pekan sebelumnya menjadi pemicu utama banjir besar ini. Hujan deras membuat sistem drainase dan sungai di kawasan Periuk tidak mampu menampung debit air. Selain itu, genangan air akibat meluapnya aliran air fluvial memperparah kondisi. Banjir di sejumlah titik berupa genangan yang tiba‑tiba meningkat dalam waktu singkat.
BPBD bersama aparat setempat terus melakukan sosialisasi agar warga bersedia dievakuasi, terutama yang enggan meninggalkan rumah karena ingin menjaga harta bendanya. Langkah ini penting untuk keselamatan jiwa.
Evakuasi Dan Bantuan Di Lapangan
Evakuasi dilakukan bersama berbagai instansi dan relawan. Polri, TNI, BPBD, PMI, serta relawan Pramuka terlibat langsung membantu warga terdampak. Banyak warga dievakuasi menggunakan perahu karet, terutama di kawasan yang airnya sudah mencapai ketinggian luar biasa. Upaya ini dilakukan demi mengurangi risiko keselamatan mereka.
Selain itu tim medis, polisi, dan relawan juga berada di lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan warga terpenuhi selama masa tanggap darurat. Bantuan logistik dan layanan kesehatan menjadi prioritas.
Tantangan Dan Dampak Sosial
Banjir berdampak serius pada kehidupan warga Periuk. Akses rumah dan fasilitas umum tertutup air, sehingga aktivitas sekolah, kerja, dan transportasi terganggu. Kepala keluarga khawatir mengenai kerusakan harta benda serta potensi penyakit yang muncul akibat banjir berkepanjangan. Banyak keluarga kini tinggal di pengungsian sementara waktu.
Pihak berwenang terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan evakuasi demi keselamatan. Fokus kini adalah pemulihan kondisi kawasan dan bantuan jangka panjang bagi warga terdampak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com