Amukan Puting Beliung Hantam Banyuwangi, Belasan Rumah Warga Alami Kerusakan

Amukan Puting Beliung Hantam Banyuwangi, Belasan Rumah Warga Alami Kerusakan
Amukan Puting Beliung Hantam Banyuwangi, Belasan Rumah Warga Alami Kerusakan

Puting beliung menerjang Banyuwangi, merusak belasan rumah di Sempu dan Muncar, Warga terdampak berjuang pulihkan kondisi pascabencana.

Amukan Puting Beliung Hantam Banyuwangi, Belasan Rumah Warga Alami Kerusakan

Bencana puting beliung kembali menerjang wilayah Banyuwangi dan meninggalkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Angin kencang yang datang tiba-tiba membuat masyarakat di Sempu dan Muncar harus menghadapi situasi mencekam dalam hitungan menit.

Lalu bagaimana kronologi kejadian ini, seberapa parah dampaknya, dan apa langkah penanganan yang dilakukan? Simak informasi lengkapnya dalam Berita dan Laporan Musibah Terkini berikut.

Puting Beliung Terjang Banyuwangi, Warga Panik

Angin puting beliung menerjang Kecamatan Sempu dan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu sore (7/2/2026). Fenomena cuaca ekstrem tersebut datang bersamaan dengan hujan deras dan langsung menimbulkan kepanikan di tengah permukiman warga.

Terjangan angin yang kuat membuat sejumlah bagian rumah tidak mampu bertahan. Dalam waktu singkat, atap beterbangan dan material bangunan berserakan di sekitar lokasi terdampak.

Data sementara mencatat sedikitnya 18 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam, mulai dari ringan hingga berat. Meski begitu, warga bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kerusakan Terparah Terjadi Di Kecamatan Sempu

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengungkapkan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi di wilayah Sempu. Hujan lebat yang disertai angin kencang memperparah dampak bencana.

Sebanyak tujuh rumah dilaporkan rusak di Desa Temuguruh. Sementara itu, 10 rumah di Desa Karangsari juga terdampak dan masih dalam proses pendataan lanjutan oleh petugas.

Wilayah yang paling merasakan dampak berada di Dusun Krajan Wetan dan Dusun Sumbar. Selain kerusakan utama, terdapat pula sekitar 10 rumah lain yang mengalami gangguan minor pada bagian bangunan.

Baca Juga: Angin Kencang Hantam Tulungagung, Puluhan Rumah Roboh dan Atap

Atap Rumah Beterbangan Hingga Dapur Roboh

Atap Rumah Beterbangan Hingga Dapur Roboh 700

Rata-rata kerusakan yang terjadi berada pada bagian atap rumah yang tidak mampu menahan tekanan angin. Beberapa genteng terlepas, sementara rangka atap ikut terbawa terpaan angin.

Bahkan, satu bangunan dapur milik warga dilaporkan roboh akibat struktur yang tidak kuat menghadapi cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini membuat pemilik rumah harus segera mencari tempat aman sementara waktu.

Menurut Partana, total kerugian akibat kerusakan ringan, sedang, hingga berat diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung hingga Minggu (8/2/2026).

Muncar Ikut Terdampak, Satu Rumah Rusak Parah

Selain Sempu, bencana serupa juga melanda Kecamatan Muncar. Hujan deras yang datang tiba-tiba disertai angin puting beliung merusak atap rumah milik Ngadenan, warga Dusun Curah Pacul, Desa Tambakrejo.

Atap berbahan galvalum terlepas hanya dalam hitungan menit setelah angin kencang menghantam kawasan tersebut. Kuatnya terpaan membuat sebagian struktur rumah terbuka dan rentan terhadap hujan.

Kepala Desa Tambakrejo, Nanang Widayat, turun langsung ke lokasi guna melakukan pendataan serta memastikan kondisi warganya. Ia menaksir kerugian dari kejadian itu mencapai sekitar Rp20 juta.

Penanganan Cepat Dan Harapan Warga

Setelah menerima laporan, BPBD Banyuwangi segera meneruskan informasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar penanganan dapat dilakukan lebih lanjut. Koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk mempercepat bantuan.

Langkah awal yang dilakukan bersama warga adalah membersihkan area terdampak. Petugas dan masyarakat bahu-membahu memotong pohon tumbang yang sempat menghalangi akses jalan.

Nanang juga berkoordinasi dengan pihak PLN wilayah Muncar untuk memeriksa jaringan listrik. Pemeriksaan ini bertujuan mengantisipasi potensi korsleting yang bisa membahayakan warga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan kerugian material yang tidak sedikit. Banyak warga kini berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, terutama berupa material bangunan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari suaraindonesia.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *