Akses Tasik-Pangandaran terputus akibat 10 titik longsor, Warga dan pengendara diimbau waspada, perjalanan terganggu sementara.
Perjalanan dari Tasikmalaya menuju Pangandaran kini terhambat. Sebanyak 10 titik longsor memutus akses jalan, memaksa warga dan pengendara menunda atau mencari jalur alternatif.
Simak update kondisi terkini dan imbauan keselamatan dari pihak berwenang hanya di Berita dan Laporan Musibah Terkini.
Akses Tasik-Pangandaran Terputus Akibat Longsor 10 Titik
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Karangjaya sejak Senin (9/2/2026) menyebabkan longsor di sepuluh titik sepanjang jalur penghubung Desa Sirnajaya dan Desa Cintalahab. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa melintas. Selain itu, jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak juga mengalami gangguan akibat infrastruktur yang tertimbun material longsor.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyatakan longsor terjadi karena curah hujan tinggi membuat tanah tebing labil. Tim gabungan dari BPBD, Tagana, Damkar, TNI, Polri, Brimob, relawan, dan masyarakat kini melakukan penanganan darurat di lokasi. Pihaknya menekankan prioritas adalah keselamatan warga dan stabilisasi jalur strategis.
Jalur Karangjaya merupakan penghubung vital antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran. Longsor yang merata di sepuluh titik ini menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan terdampak. Masyarakat yang biasa melintas kini harus mencari jalur alternatif untuk perjalanan mereka.
Dampak Longsor Terhadap Infrastruktur Dan Mobilitas
Polsek Karangjaya Iptu Saptaji menjelaskan kerusakan tersebar di sepanjang jalur penghubung. Longsor utama memiliki panjang 10–15 meter dengan lebar jalan sekitar 2,5 meter, sedangkan totalnya terdapat 10 titik longsor. Badan jalan hampir hilang sepenuhnya sehingga jalur ditutup total.
Pemasangan garis polisi dilakukan untuk mencegah warga atau pengendara mencoba melintas. Saptaji menegaskan, retakan tanah yang masih bergerak sangat berisiko terjadi longsor susulan. Kami membatasi akses ketat demi keselamatan masyarakat, ujarnya. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa karena titik longsor jauh dari permukiman padat.
Evakuasi material longsor sedang dilakukan dengan prioritas membuka jalur sementara bagi kendaraan darurat. Tim gabungan menyingkirkan tanah dan batu untuk memastikan area aman sebelum perbaikan permanen dilakukan. Aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur ini pun sementara terganggu.
Baca Juga: Amukan Puting Beliung Hantam Banyuwangi, Belasan Rumah Warga Alami Kerusakan
Respons Cepat Tim Gabungan Dan Relawan
Sejak longsor terjadi, tim gabungan bergerak cepat untuk penanganan darurat. BPBD, TNI, Polri, Brimob, dan relawan berkoordinasi membersihkan material longsor serta menstabilkan tebing yang labil. Kegiatan ini dilakukan siang-malam untuk mengurangi risiko longsor susulan.
FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya juga menurunkan tim untuk memberikan bantuan logistik dan pemantauan. Kecepatan respon dianggap penting agar jalur vital segera dapat dilewati kendaraan penting dan pengangkutan kebutuhan masyarakat tetap berjalan.
Selain itu, petugas memasang rambu peringatan dan tanda bahaya untuk mengarahkan pengendara agar tidak melintasi jalur rawan longsor. Hal ini membantu mencegah kecelakaan tambahan di tengah kondisi darurat.
Peran Pemerintah Daerah Dan DPRD
Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dapil IV, Iyam Maryani, langsung meninjau lokasi pada Selasa (10/2/2026). Politisi PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap jalur penghubung dua kabupaten tersebut. Akses ini urat nadi ekonomi dan mobilitas warga, ujarnya.
Iyam mengapresiasi kerja keras tim gabungan, namun menekankan perlunya perbaikan permanen dan dana tambahan untuk stabilisasi tebing. Menurutnya, kerusakan yang luas tidak bisa hanya ditangani darurat, tetapi memerlukan intervensi pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk mencegah bencana berulang.
DPRD menyoroti dampak jangka panjang bagi perekonomian lokal dan transportasi. Aktivitas perdagangan dan distribusi logistik terganggu, sehingga percepatan perbaikan harus menjadi prioritas.
Upaya Pemulihan Dan Imbauan Keselamatan
Proses evakuasi material longsor berlangsung hingga Selasa siang (10/2/2026), dengan fokus membuka jalur sementara dan menstabilkan tebing. Petugas memastikan kondisi jalan aman sebelum kendaraan diperbolehkan melintas.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Jalur alternatif disarankan bagi mereka yang harus bepergian. Penanganan jangka panjang meliputi perbaikan permanen jalan, pembangunan talud penahan longsor, serta pemantauan kontinyu untuk mengantisipasi hujan deras berikutnya.
Pemerintah daerah juga berencana menambah sistem peringatan dini dan koordinasi rutin dengan tim tanggap darurat agar jalur strategis ini tetap aman dan berfungsi sebagai penghubung vital antar kabupaten.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari priangan.tribunnews.com